6 Mitos yang Keliru Seputar Vaksin HPV dan Kanker Serviks

December 28, 2017 6:59 am by. KICKS

Akhir-akhir ini Anda mungkin sering mendengar soal HPV, yaitu virus bernama Human papillomavirus yang bisa jadi penyebab kanker serviks. Karena itu, pencegahan terbaik terhadap penyakit ini adalah dengan melakukan imunisasi atau vaksin HPV.

Sayangnya, belum banyak yang benar-benar memahami apa itu HPV, vaksin HPV, serta kanker serviks itu sendiri. Akibatnya banyak orang dengan mudah percaya pada berbagai mitos seputar vaksin HPV dan kanker serviks.

Supaya Anda tidak salah kaprah dan jadi rentan terhadap HPV, simak mitos-mitos yang  salah berikut ini.

1 HPV hanya menyerang perempuan

HPV tidak mengenal jenis kelamin. Tidak hanya perempuan, laki-laki sebenarnya bisa kena penyakit HPV yang akhirnya menyebabkan kanker mulut, kanker anus, kanker penis, dan penyakit kutil kelamin.

Artinya, tidak hanya perempuan yang membutuhkan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks, laki-laki juga perlu.

2 Vaksin HPV itu cuma buat orang yang sudah berhubungan intim

Banyak orang menganggap HPV itu baru penting kalau sudah menikah saja. Padahal, sebenarnya vaksin HPV paling baik diberikan sedini mungkin sebelum Anda beraktivitas aktif secara seksual.

HPV dapat ditemui pada usia remaja. Ini karena pada masa remaja sejalan dengan masa pertumbuhan mereka, struktur organ serviks lebih rentan terhadap infeksi HPV.

Anda bahkan bisa terinfeksi virus HPV saat pertama kali berhubungan seksual, walau sudah menggunakan proteksi seperti kondom. Virus HPV ini dapat berpindah melalui sentuhan kulit ke kulit (skin to skin). Artinya, meskipun sebagian besar HPV menular melalui hubungan seksual, penularannya bisa juga terjadi setelah sentuhan dari kulit ke kulit.

Jadi, lebih baik Anda mendapatkan vaksinasi HPV sebelum aktif secara seksual sejak dini. Dengan begitu, dalam tubuh sudah terbentuk antibodi yang kuatuntuk mencegah virus HPV di masa depan. Penelitian pun menunjukkan bahwa orang dengan usia lebih muda bisa menciptakan antibodi yang lebih banyak daripada mereka yang berusia lebih tua. Karena itu, tidak perlu menunggu sampai menikah untuk mendapatkan vaksin HPV.

3. Vaksin HPV berisiko

Faktanya, vaksin HPV terbukti aman. Mungkin pusing dan mual bisa muncul setelah vaksin HPV disuntikkan, tapi efeknya hanya sebatas itu dan tidak menyebabkan gejala serius. Hal ini telah dibuktikan oleh Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat (setara dengan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Indonesia).

Vaksin HPV berisi protein yang serupa dengan struktur cangkang virus HPV yang tidak mengandung DNA virus. Maka, vaksin ini sangat aman dan tidak mungkin menginfeksi manusia. Setelah disuntikkan, vaksin HPV akan memicu pembentukan respon imun di dalam tubuh.

4 Vaksin HPV bikin tidak subur

Ada juga yang mengaitkan vaksin HPV dengan kesuburan. Namun, tidak ada penelitian yang mendukung teori ini. Vaksin HPV tidak terbukti menyebabkan sel telur wanita berhenti bekerja normal sebelum usia 40 tahun.

Jadi jangan khawatir dengan kesuburan Anda saat mendapatkan vaksin HPV. Justru vaksin HPV dapat melindungi wanita dari kanker serviks yang sering jadi penyebab tidak subur.

5. Vaksin HPV tidak halal

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa MUI nomor 4 tahun 2016 tentang imunisasi. Di dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah), sebagai bentuk usaha untuk menguatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit, dengan catatan vaksin yang digunakan untuk imunisasi adalah halal dan suci.

Jika dalam proses pembuatannya bersinggungan dengan enzim babi, vaksin tersebut masih boleh dipergunakan dengan catatan bahwa belum ada vaksin yang halal dan suci, ada keterangan dari tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin untuk penyakit tersebut yang halal, serta digunakan dalam kondisi darurat.

Umumnya, vaksin HPV yang ada di pasaran sudah dinyatakan halal dan mendapatkan sertifikasi halal dari IFANCA (lembaga di Amerika Serikat yang mengeluarkan sertifikat halal).

6. Vaksin HPV mahal

Banyak orang enggan mendapatkan vaksin HPV karena takut dengan harganya. Namun, coba bayangkan berapa kira-kira uang yang bisa Anda keluarkan jika terkena kanker serviks. Tentu, harga yang Anda tanggung ini lebih mahal dibandingkan dengan harga vaksin HPV.

Vaksin HPV diberikan dalam tiga dosis (tiga kali imunisasi atau tiga kali suntik). Satu kali suntik biayanya sekitar 700ribu hingga 1juta rupiah. Ini tergantung merek vaksin, kebijakan rumah sakit atau klinik, dan sebagainya.

Akhir-akhir ini juga sudah banyak program vaksin HPV gratis yang disponsori oleh pemerintah. Anda bisa mencari informasi lengkap soal jadwal dan syaratnya ke rumah sakit besar di wilayah masing-masing.

Sumber:LPPOM MUI. (2016). Fatwa MUI tentang Imunisasi. [online] Available at: http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/detil_page/8/23242 [Accessed 23 Oct. 2017].

IFANCA. (2012). Page 33 – Halal Consumer – Issue 23. [online] Available at: http://www.ifanca.org/HCM/Halal%20Consumer%20Issue%2023/files/assets/basic-html/page33.html [Accessed 23 Oct. 2017].

American Cancer Society. (2016). HPV Vaccine: Facts and Fears. [online] Available at: https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/infectious-agents/hpv/hpv-vaccine-facts-and-fears.html [Accessed 23 Oct. 2017].

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Kendalikan Kanker Servix Sejak Dini dengan Imunisasi. [online] Available at: http://www.depkes.go.id/article/view/16112800001/kendalikan-kanker-servix-sejak-dini-dengan-imunisasi.html [Accessed 23 Oct. 2017].

Sitepu, M. (2016). Sejumlah fakta tentang vaksin anti kanker serviks. [online] Available at: http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38131404 [Accessed 23 Oct. 2017].



Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kanker serviks dan pencegahannya, Anda bisa mengirimnya ke koalisicegahkankerserviks@gmail.com