Ingin Miss V Sehat dan Tak Berbau Fishy? Yuk, Intip 4 Tips Higienis Khusus Perempuan Ini!

Miss V berbau tak sedap? Please girls! It’s a big no! Selain cerminan kurangnya kebersihan diri, bau yang kuat dan tidak normal ternyata bisa jadi diakibatkan oleh infeksi vaginal, penyakit menular seksual, hingga kanker serviks.

Yup, kanker serviks! Petugas kesehatan di MayoClinic.com melaporkan bahwa cairan keputihan yang tidak normal dan menimbulkan bau tak sedap bisa jadi gejala kanker serviks pada sejumlah perempuan. Jika Miss V berbau tak sedap dibarengi dengan nyeri panggul atau pendarahan vaginal yang tidak biasa, segera periksakan ke dokter.

Jadi, mulai sekarang jangan anggap sepele kebersihan miss V. 4 tips higienis ini bisa kamu contek.

Bersihkan Cukup Dengan Air

Sebenarnya Miss V punya cara alami untuk membersihkan dan melindungi diri dari infeksi, yaitu dengan produksi cairan dan pelumas alami. Membersihkan secara berlebihan atau menggunakan sabun dan cairan pembersih yang keras malah membuat miss V rentan terhadap infeksi. Cuci bagian luarnya dengan air hangat dan gunakan hanya sabun yang lembut jika diperlukan. Bersihkan dari bagian depan ke belakang. Jangan pernah membersihkan bagian dalam miss V. (Baca: Mitos dan Fakta seputar HPV dan Kanker Serviks)

Tak Perlu Pengharum

Setiap Miss V memiliki bau yang merupakan bagian alami dari tubuh perempuan. Semprotan vagina, deodoran dan parfum bisa menyamarkan bau tersebut tapi tak bisa membuatnya hilang. Jika miss V kamu berbau berlebihan atau amis, itu mungkin tanda ada infeksi seperti bakterial vaginosis. Pada kasus ini, hanya antibiotik yang bisa menghilangkan masalahnya.

Gunakan Pembalut Tanpa Aroma

Penggunaan pembalut atau panty liner beraroma juga bisa membuat iritasi yang menyebabkan infeksi. Pastikan pembalut yang kamu pakai tidak beraroma dan gunakan hanya saat dibutuhkan. Juga ganti pembalut setiap 3 atau 4 jam untuk menghindari berkembangnya bakteri. (Baca: Waspadai Jenis-Jenis HPV)

Pilih Pakaian Dalam Dari Katun

Miss V merupakan area yang lembab. Gunakan pakaian yang bisa mengalirkan udara sehingga dapat mengurangi kelembaban saat beraktivitas dan mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur. Pakaian dalam dari bahan katun merupakan pilihan terbaik. Hindari menggunakan baju renang yang basah, celana kulit atau spandex ketat dalam waktu lama. Ganti pakaian dalam setiap habis beraktivitas terutama yang banyak berkeringat.

https://www.livestrong.com/article/90108-feminine-personal-hygiene-tips/

https://www.livestrong.com/article/134946-causes-bad-vaginal-odor/

https://kidshealth.org/en/kids/pads-tampons.html