Kenapa Semua Anak-anak Perlu Mendapatkan Vaksin HPV

December 28, 2017 7:12 am by. KICKS

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kasus kanker serviks di Indonesia merupakan yang tertinggi kedua setelah kanker payudara. Jumlah wanita penderita kanker serviks hingga kini setidaknya mencapai 21.000 kasus. Padahal, kanker serviks bisa dicegah dengan vaksin HPV. Para ahli mengatakan bahwa semakin cepat seseorang mendapatkan vaksin HPV, efektivitas kerja vaksin ini akan semakin tinggi. Itu sebabnya vaksin HPV dianjurkan didapat sejak usia anak-anak.

Kenapa harus mendapatkan vaksin HPV?

Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus), khususnya virus HPV strain 16 dan 18. Virus HPV biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, pemberian vaksin HPV paling ideal diberikan pada orang-orang yang belum pernah berhubungan seks. Namun, virus HPV juga bisa ditularkan melalui kontak antar kulit ke kulit.

Kapan anak perlu diberikan vaksin HPV?

Badan Kesehatan Dunia menganjurkan vaksin HPV diberikan untuk semua anak di usia 11 tahun, meskipun sudah dapat diberikan mulai dari usia 9 tahun.  Vaksin ini dapat diberikan pada anak perempuan dan laki-laki. Khusus untuk anak usia 9 hingga 13-14 tahun, vaksin ini cukup  diberikan 2 kali dalam periode waktu selama 6-12 bulan.

Apakah vaksin HPV ini aman untuk diberikan pada anak?

Lembaga Keamanan Obat dan Makanan milik Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahka keamanan vaksin HPV sudah terbukti lewat uji klinis dan penggunaannya telah disetujui sejak tahun 2006. Lebih dari 205 juta dosis vaksin HPV sudah terdistribusi di seluruh dunia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa vaksin ini justru dibutuhkan anak-anak karena bekerja lebih efektif melindungi mereka dari infeksi HPV di kemudian hari. Pasalnya, respon sistem imun tubuh anak terhadap vaksin bekerja lebih baik di usia muda daripada di usia tua nanti.

Para ahli menyatakan bahwa vaksin ini efektif untuk mencegah infeksi HPV dengan membentuk antibodi (sistem kekebalan) dalam tubuh untuk melawan virus, sehingga aman untuk diberikan pada anak.

 

Apa saja efek samping vaksin HPV?

Penelitian yang memberikan vaksin HPV pada 11 ribu wanita yang berusia 9-26 tahun, membuktikan bahwa tidak ada efek samping yang membahayakan kesehatan pada peserta penelitian tersebut. Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan keamanannya.

Efek samping yang mungkin si kecil rasakan hanyalah rasa sakit ketika ia disuntik dan kulit bekas suntikan mungkin akan sedikit memerah. Selebihnya, vaksin bekerja dengan baik dalam mencegah HPV dan tidak memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan.

Organisasi kesehatan internasional terkemuka di seluruh dunia termasuk World Health Organization (WHO), US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Health Canada, European Medicines Agency (EMEA), Australia Therapeutic Goods Administration (TGA) dan yang lainnya juga terus merekomendasikan penggunaan vaksin HPV. Jika Anda masih ragu, Anda dapat mendiskusikan hal ini pada dokter anak Anda.

Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention. (2017). HPV and Cervical Cancer. [online] Available at: https://www.cdc.gov/features/preventcancer/index.html [Accessed 23 Oct. 2017].

WebMD. (2017). What Parents Should Know About the HPV, or Cervical Cancer, Vaccine. [online] WebMD. Available at: https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/features/what-parents-should-know-about-hpv-cervical-cancer-vaccine  [Accessed 23 Oct. 2017].

WebMD. (2017). Cervical Cancer and the HPV Vaccine: A Shot of Prevention. [online] WebMD. Available at: https://www.webmd.com/women/features/cervical-cancer-shot-prevention  [Accessed 23 Oct. 2017].



Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kanker serviks dan pencegahannya, Anda bisa mengirimnya ke koalisicegahkankerserviks@gmail.com