Mengenal Gejala dan Pengobatan Kanker Serviks Stadium 1

Gejala Kanker Leher Rahim (Serviks)

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Meski bersifat mematikan, kanker serviks bisa dikendalikan dengan peluang keberhasilan yang cukup baik bila sudah dideteksi sejak awal, yaitu pada stadium satu.

Seperti apa kondisi kanker serviks stadium satu, gejalanya, serta pengobatannya? Simak penjelasan di bawah ini.

Gejala awal kanker serviks / stadium 1

Kanker serviks stadium 1 merupakan tahapan kanker di mana sel kanker hanya berada pada bagian organ leher rahim. Dalam dunia kedokteran, kanker serviks stadium 1 akan dibagi menjadi stadium 1A (1A1 dan 1A2) dan 1B (1B1 dan 1B2).

Baca Juga : Menjaga Pola Hidup Sehat, dapatkah Mencegah Kanker Serviks

Lokasi Vaksin klik di sini.

Pada tahap ini, sel kanker telah menyerang serviks tapi tidak tumbuh di luar rahim. Sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening yang ada di dekatnya atau menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. Perlu diketahui juga kalau kanker serviks stadium 1 dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok. 

Stadium 1A : Ini merupakan bentuk awal dari tahap 1. Sel kanker dalam jumlah kecil sudah menyerang serviks dan ini hanya bisa dilihat di bawah mikroskop. Stadium 1A dibagi lagi menjadi:

  • Stadium 1A1: Sel kanker sudah menyerang jaringan serviks dengan kedalaman <3 mm dan mempunyai lebar <7 mm
  • Stadium 1A2: Sel kanker sudah ada di jaringan serviks dengan kedalaman antara 3-5 mm dan lebar <7 mm

Stadium 1B : Sel kanker sudah bisa dilihat tanpa bantuan mikroskop. Ukuran sel kanker sudah lebih besar dibandingkan stadium 1A, tapi masih menyebar hanya di jaringan serviks. Stadium 1B dibagi menjadi:

  • Stadium 1B1: Kanker sudah bisa dilihat dan mempunyai ukuran ≤4 cm
  • Stadium 1B2: Ukuran sel kanker sudah lebih besar dari 4 cm

Bagaimana gejala kanker serviks stadium 1?

Ada 4 Gejala Kanker Serviks Stadium 1

1.  Keluar darah dari vagina

Bila Anda tiba-tiba mengeluarkan darah atau bercak darah dari vagina, padahal saat itu Anda sedang tidak dalam masa haid, maka bisa jadi hal tersebut merupakan gejala awal kanker serviks stadium 1. Biasanya, perdarahan ini terjadi setelah Anda berhubungan seksual.

Baca Juga : Seberapa Ampuh Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks?

2. Nyeri panggul

Apakah Anda merasakan sakit atau nyeri di area panggul? Jangan anggap remeh rasa sakit tersebut. Nyeri di area panggul ketika memasuki masa haid mungkin hal biasa. Namun, kalau Anda merasakannya ketika melakukan hubungan seks dengan pasangan, maka nyeri panggul yang Anda rasakan tidak normal dan bisa jadi gejala awal kanker rahim.

3. Keputihan berlebih

Keputihan adalah hal yang normal dan pasti dihasilkan vagina pada setiap wanita. Namun, ada kalanya keputihan tidak normal dan menunjukkan suatu gangguan kesehatan. Waspadalah jika terdapat keputihan dengan ciri teksturnya sangat kental, bau tidak sedap, atau warnanya kekuningan dan kehijauan.

Baca Juga : Apakah Keputihan yang Berlebihan Merupakan Gejala Kanker Serviks?

4. Sulit buang air besar

Perhatikan, apakah Anda belakangan ini sulit buang air besar (BAB). Pasalnya, kondisi ini mungkin saja menandakan kalau Anda mengalami kanker serviks. Bila kanker serviks sudah tumbuh cukup besar, benjolan kanker dapat menekan usus Anda dan membuat Anda sulit BAB.

Pengobatan kanker serviks stadium awal

Operasi

Pembedahan untuk kanker serviks stadium awal atau dini ini biasanya berupa pengangkatan leher rahim dan rahim (histerektomi). Untuk beberapa kanker serviks yang sangat awal, mungkin saja hanya sebagian besar serviks yang diangkat. Karena itu, wanita pun masih punya kemungkinan hamil dan melahirkan sesudahnya.

Kemoterapi dan radioterapi

Untuk beberapa kanker tahap awal yang lebih besar (tahap 1B atau stadium 2A), dokter Anda mungkin menyarankan kemoradioterapi terlebih dahulu. Anda mungkin kemudian dianjurkan untuk menjalani radioterapi eksternal dalam lima hari (setiap minggunya), selama sekitar lima minggu.

Baca Juga : Virus HPV mengintai siapa saja dan bagaimana caranya?

Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda menjalankan radioterapi internal (brachytherapy) di akhir masa pengobatan. Selama menjalani radioterapi, Anda juga mungkin masih menjalani kemoterapi seminggu sekali atau sekali dalam dua atau tiga minggu. Hal ini tergantung pada obat kemoterapi yang diberikan dokter.

Lokasi Vaksin klik di sini.