Ingin Menikah Muda? Lindungi Diri dengan Vaksin HPV

Belakangan, lagi ngehitz gerakan nikah muda. Sebelum mendukung atau sebaliknya, julid soal ini, yuk kita lihat pengaruhnya terhadap kesehatan. Ternyata, menurut Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K), pernikahan usia muda adalah salah satu penyebab mengapa perempuan Indonesia rentan terhadap kanker serviks.

Di Indonesia, kanker serviks adalah kanker pembunuh nomor dua pada perempuan. Mirisnya, 49% perempuan menikah di bawah usia 19 tahun (Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013). Ya, hampir separuhnya.

Kamu mungkin berpikir, hubungan seksual di atas 17 tahun aman. Toh, kita sudah dianggap dewasa di usia ini. Bahkan, UU Perkawinan memperbolehkan perempuan menikah di usia 16 tahun—yang sayangnya, pengajuan untuk menaikkan ambang batas usia menjadi 18 tahun ditolak oleh Mahkamah Konstitusi. (Baca: Catat! Inilah Usia Rentan Infeksi HPV)

Nyatanya di usia remaja, organ reproduksi khususnya serviks atau leher rahim perempuan belum berkembang sempurna. Ketika berhubungan seksual, merupakan hal yang alami jika terjadi lecet atau gesekan mikro. Pada saat terjadi luka mikro tersebut, susunan serviks remaja lebih rentan untuk dimasuki oleh HPV. Begitu terjadi luka, maka HPV (virus penyebab kanker serviks) lebih mudah menginfeksi.

Ditengarai, serviks sangat rentan terhadap infeksi sejak kita mendapat haid pertama kali (menarche) hingga usia 16 tahun (Reich O, 2005). Selama masa tersebut, banyak sel-sel parabasal dan basal di serviks, dan HPV hanya bisa menginfeksi sel-sel ini. Begitu sel-sel tersebut matang, HPV pun ikut berkembang. (Baca: Kenali! Pentingnya Vaksin HPV Bagi Anak Perempuan)

Melakukan hubungan seksual pertama kali di usia muda, telap lama dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker serviks yang lebih agresif. Ini berdasarkan kumpulan analisis dari berbagai studi di 8 negara berkembang, dengan lebih dari 1.800 kasus  (K. S. Louie, dkk, 2009). Penelitian tersebut menemukan, risiko kanker serviks invasif meningkat 2,4 kali lipat pada perempuan yang berhubungan seksual pertama kali dan hamil pertama kali di usia <16 tahun, dibandingkan yang mengalaminya di usia >21 tahun.

Ngeri ya, ternyata menikah muda tanpa perlindungan kesehatan seperti vaksinasi pra-nikah risikonya bisa begitu besar untuk kesehatan. Kamu yang sekarang sudah punya anak, berkesempatan melindungi anak perempuanmu kelak dari risiko kanker serviks akibat hubungan seks usia dini. Bukannya tidak boleh menikah muda, tapi perlu dipikirkan betul bagaimana mempersiapkan perlindungan kesehatan. Dan sebagai pencegahan, segera lakukan vaksinasi HPV sejak dini. (Baca: Masih Perawan, Bisakah Tertular Virus Kanker Serviks?)