Hannah Al Rasyid : Prihatin Peningkatan Kasus Kanker Serviks di Indonesia

Hannah Al Rasyid : Prihatin Peningkatan Kasus Kanker Serviks di Indonesia

Kanker serviks (mulut rahim) dewasa ini semakin menghantui kaum perempuan. Apalagi menurut survei, Indonesia memiliki tingkat kematian, insiden, dan prevalen kanker serviks tertinggi di antara negara-negara di Asia Tenggara (Globocan, 2012).

Salah satu korban yang meninggal akibat kanker serviks adalah artis Julia Perez (Jupe), pada 10 Juni 2017. Kematian Jupe nampaknya menjadi peringatan yang membuat publik bahkan kalangan artis semakin peduli dengan pencegahan penyakit mematikan itu.

Hal itu pula yang mendorong Hannah Al Rashid (32), pemain film Warkop DKI Reborn, bergabung dalam Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS). Menurut dia, bergabung dengan KICKS merupakan keputusan penting dalam hidupnya. (Baca: Mitos dan Fakta seputar HPV dan Kanker Serviks)

 “Beberapa bulan lalu, saya dipilih sebagai duta terbaru dari KICKS. This was an important decision for me (ini adalah keputusan yang penting buat saya, Red) karena saya bisa ikut berperan untuk mengingatkan bahayanya kanker serviks yang dapat berujung kematian,” ujarnya.

Setelah bergabung dengan KICKS, Hannah mengaku prihatin karena mendapat banyak informasi dan data yang menunjukkan peningkatan kasus kanker serviks di Indonesia. Dia juga merasa kuatir karena penyakit mematikan tersebut umumnya menyerang kaum wanita, bahkan yang tergolong usia produktif.

“Yang membuat Saya khawatir adalah ketika mengetahui data yang menunjukkan 26 perempuan di Indonesia meninggal setiap hari karena kanker serviks. Jika ini terus terjadi tanpa ada upaya pencegahan, bisa mengancam kehidupan generasi penerus Indonesia,” ujar Hannah.

Berangkat dari rasa kuatir itulah, Hannah mengimbau kaum perempuan Indonesia untuk melakukan tindakan mencegah kanker serviks, dengan deteksi dini kanker serviks dan vaksinasi HPV. Dia bahkan mendorong setiap perempuan Indonesia, untuk segera memeriksakan diri, dan melakukan vaksinasi HPV sebelum terlambat. (Baca: Waspadai Jenis-Jenis HPV)

“Salah satu cara efektif untuk mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Saya sendiri pun baru menjalami vaksinasi HPV untuk pertama kalinya, bulan Maret lalu dan  masih ada dua kali vaksin lagi yang harus saya lakukan,” kata Hannah yang juga bermain dalam film televisi “Half World” yang tayang di jaringan televisi HBO Asia.

Pemberian vaksin HPV bagi wanita dewasa harus dilakukan sebanyak tiga kali, dalam rentang waktu 0, 1 dan 6 bulan. Sedangkan pada anak usia 9-14 tahun sebanyak dua kali, dalam rentang waktu 0 dan 6 bulan.

Selain mengimbau perempuan Indonesia untuk melakukan vaksinasi, ia pun mengajak masyarakat luas mendukung petisi KICKS yang di inisiasi Ruben Onsu. Nantinya, petisi ini akan diberikan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Petisi dapat diakses di laman,change.org/cegahkankerserviks.

“Petisi ini dibuat agar vaksinasi HPV bisa dijadikan program imunisasi nasional dan generasi muda perempuan dapat terbebas dari kanker serviks. Ingat!!! Sebagai perempuan yang aktif, kita bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri. Let’s prevent and protect our generation from cervical cancer by joining this movement!, (Mari kita mencegah dan melindungi generasi kita dari kanker serviks dengan bergabung di petisi ini, Red),” ujar Hannah.

Sumber : Suara Pembaruan


Apakah setelah membaca artikel ini Anda berniat untuk melakukan pencegahan Infeksi HPV?


Dapatkan Notifikasi Artikel Terbaru!

Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada artikel terbaru!