Sarwendah Berharap Vaksin HPV Terjangkau Semua Kalangan

Sejak menikah dengan Ruben Onsu, Sarwendah semakin jarang muncul di layar kaca. Mantan personel Cherrybell itu, nampaknya lebih memilih fokus mengurus rumah tangga.

Seolah melupakan kehidupan selebriti yang glamour, Sarwendah tak sungkan turun ke dapur untuk memasak, termasuk menyiapkan bekal untuk suami dan anak.

Bagi Sarwendah, menyiapkan bekal merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan suami dan anaknya. Hal ini, merupakan bagian dari peran seorang istri dan ibu.

"Setiap istri dan ibu memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan keluarga," kata Sarwendah disela-sela kegiatan Braiding Bracelet Workshop, dalam rangka memperingati Hari Kartini, yang diselenggarakan KICKS bekerja sama dengan Yayasan Dunia Kasih Harapan (Bracelet HOPE), di Plaza Indonesia, beberapa waktu lalu. (Baca: Lakukan 4 Pola Hidup Sehat Mencegah Kanker Serviks )

Menurut Sarwendah, peran penting lainnya yang tak boleh dilupakan seorang istri dan ibu adalah sadar dan peduli akan kesehatannya. Sebab, seorang istri atau ibu yang sehat, dapat melakukan banyak hal, termasuk menjalankan peran dengan lebih baik dalam mengurus suami dan merawat anak.

“Kalau istri dan ibu rumah tangga sakit, kebayang kan gimana kondisi rumah tangganya akan tidak terurus,” ujar Sarwendah.

Berangkat dari kepeduliaannya akan kesehatan seorang istri dan ibu rumah tangga, Sarwendah pun memilih aktif sebagai Duta Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS). Dia ingin menularkan pemikiran positif dan membagi informasi tentang bahaya kanker serviks yang menempati peringkat kedua penyakit kanker penyebab kematian terbesar bagi kaum perempuan di Indonesia. ( Baca: Siapa Saja yang Berisiko Terkena Kanker Serviks? )

Hingga kini, satu-satunya cara efektif untuk mencegah kanker servis adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Sayangnya, di negara berkembang seperti Indonesia, harga vaksin HPV yang berkisar antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2,4 juta, tergolong mahal bagi masyarakat dari kalangan miskin.

Melihat kondisi tersebut, Sarwendah berharap Pemerintah Indonesia menaruh perhatian khusus lewat subsidi, untuk memperluas jangkauan vaksin HPV bagi perempuan Indonesia.

“Saya harap pemerintah bisa memberikan dukungan supaya harga vaksin HPV bisa terjangkau semua kalangan, karena bisa membawa efek luar biasa bagi kesehatan perempuan Indonesia dan keluarga Indonesia," ujar Sarwendah.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia dapat meniru negara-negara tetangga, seperti Australia dan Malaysia, yang telah menetapkan vaksinasi HPV sebagai program nasional dan berhasil menurunkan angka penderita kanker serviks.