Sonia Fergina Citra: “Vaksin HPV Investasi untuk Remaja”

Putri Indonesia 2018 Sonia Fergina Citra itu tipe orang yang takut jarum suntik apa tidak sih? “Aku fifty-fifty. Kalau lagi ngerasa kuat sih cuek aja. Tapi sekarang lagi kurang enak badan,” ujarnya saat dijumpai di Jakarta, akhir April lalu. Saat itu, Sonia tengah bersiap menerima vaksin HPV dosis pertamanya.

Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks tidak berisi virus, melainkan partikel yang menyerupai cangkang virus HPV, sehingga jarang menyebabkan demam. Dan boleh tetap diberikan meski agak tidak enak badan, asalkan tidak sedang demam tinggi. Efek samping vaksin HPV biasanya hanya nyeri di tempat suntikan. (Baca: Keluarga Bisa Cegah Kanker Serviks Bersama, Ini 5 Tips Yang Harus Dilakukan:)

Didapuk jadi Duta Kanker Serviks oleh KICKS (Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks), perempuan kelahiran Belitung, 27 April 1992 ini bertekad untuk makin meluaskan informasi soal kanker serviks, “Dan bahwa kanker ini bisa dicegah dengan vaksin.” Ia merasa getir terhadap kenyataan bahwa 26 perempuan meninggal dunia akibat kanker serviks. Apalagi, ia memiliki pengalaman pribadi dengan kanker. Adik dari ibunya meninggal karena kanker payudara.

Sonia merasa, sudah saatnya generasi muda khususnya remaja, lebih peduli dan paham mengenai isu kanker serviks. Bagaimanapun, virus ini bisa menginfeksi sejak usia belasan tahun, bahkan sebelum itu. “Kanker serviks mungkin baru munculnya tujuh atau sepuluh tahun kemudian. Berarti, terjangkitnya bisa waktu muda. Ini poin penting yang harus diingat,” (Baca: Masih Perawan, Bisakah Tertular Virus Kanker Serviks?)

Ia melanjutkan, vaksinasi penting dilakukan sedini mungkin, yakni sejak usia 9 tahun. Menurut Sonia, mencegah kanker serviks primer dengan vaksinasi merupakan investasi dan perlindungan kesehatan. “Hal ini akan melindungi masa depan remaja secara optimal,” ujarnya.

Sonia tampak tabah menerima suntikan vaksin HPV. Ini juga merupakan salah satu upayanya mengkampanyekan pencegahan kanker serviks. Meski sempat dag-dig-dug, Sonia tetap tersenyum saat disuntik. “Ternyata nggak sesakit yang aku bayangkan,” ia tersenyum lega. Akhir Juni nanti ia akan menerima dosis kedua, lalu dosis ketiga (terakhir) pada bulan Oktober, sesuai jadwal pemberian vaksin HPV dengan interval 0-2-6 bulan. (Baca: Satu Vaksin HPV, Cegah Empat Jenis Kanker)