KICKS Dukung Program “Protected Together” WHO

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan tanggal 24-30 April sebagai World Immunization Week (Pekan Imunisasi Dunia).

Dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia 2018, WHO meluncurkan program “Protected Together” dengan kampanye tanda pagar #VaccinesWork, melalui kegiatan edukasi dan vaksinasi penyakit yang disebabkan virus di berbagai belahan dunia.

Terkait dengan itu, Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) mendukung penuh program “Protected Together” WHO dengan memberikan edukasi publik tentang bahaya kanker serviks yang disebabkan Huma Papilloma Virus (HPV).

Menurut Ketua KICKS, Prof.Dr.dr.Andrijono, SpOG, kegiatan edukasi dilakukan dalam bentuk media briefing yang mengangkat tema “Vaksinasi HPV Dini Selamatkan Generasi Penerus Bangsa”, pada Rabu (25/4) lalu.

Prof.Dr.dr.Adrijono, SpOG yang juga merupakan Ketua Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia (HOGI), hadir sebagai pembicara. Selain itu, pencipta lagu Melly Goeslaw juga diperkenalkan sebagai duta baru KICKS.

“Kegiatan ini bertujuan mengedukasi dan menekankan pentingnya upaya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV bagi perempuan dan remaja putri, sekaligus bentuk dukungan KICKS terhadap program Protected Together yang diluncurkan WHO dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2018,” ujar Prof.Adrijono.

Menurutnya, edukasi yang diberikan difokuskan untuk mendorong orang tua yang memiliki anak perempuan atau remaja putri, untuk melakukan vaksinasi HPV sebagai upaya dini pencegahan kanker serviks.

Hal itu, terkait dengan sejumlah hasil penelitian yang menunjukkan angka penderita kanker serviks pada perempuan usia produktif, bahkan remaja menjelang dewasa, meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari pengalamannya menangani pasien, sebagian besar perempuan yang terdeteksi menderita kanker serviks berusia antara 25-45 tahun.

Untuk itu, langkah pencegahan kanker serviks sejak dini, yakni dengan melakukan vaksinasi HPV harus dilakukan dengan kesadaran bahwa hal itu menjadi investasi bagi kesehatan generasi penerus bangsa, terutama remaja putri yang menjadi penerus keturunan.