Cara Mencegah Kanker Serviks dengan 4 Pola Hidup Sehat

Kanker serviks merupakan suatu penyakit yaitu tumor ganas yang menyerang pada bagian mulut rahim atau pada leher rahim. Penyakit ini seringkali menyerang wanita dan sering tidak disadari oleh para wanita kemudian, penyakit ini biasanya disadari saat kondisi sudah menjadi parah ataupun sudah memasuki kanker serviks stadium akhir atau empat.

Tak terbantahkan, melakukan pola hidup sehat merupakan fondasi untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Pola hidup sehat bukan saja melalui asupan makanan yang sehat tetapi juga prilaku dan  aktivitas sehat dalam menunjang kehidupan yang sehat.

Saat ini, di Indonesia salah satu penyakit yang menjadi momok terbesar adalah kanker serviks. Setiap jam, lebih dari 1 perempuan di Indonesia meninggal karena kanker ganas ini.  Penyebab utama kanker serviks adalah perubahan sel normal serviks yang diakibatkan oleh infeksi sebuah virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV).

Baca Juga : Kenali HPV, Kanker Serviks, dan Pencegahannya

Cara Mencegah Kanker Serviks Secara Alami

Bagi para wanita ada baiknya untuk melakukan pencegahan adanya penyakit kanker serviks ini, karena penyakit ini seringkali tidak terdeteksi saat pertama kali terkena penyakit kanker serviks dan penanganannya pun tentu saja akan terlambat dan susah untuk disembuhkan bahkan bisa juga tidak bisa disembuhkan dan hanya diberikan obat untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri.

Selain itu, pada penderita penyakit kanker serviks ini juga akan diberikan obat untuk mengurangi perkembangan dari virus kanker serviks ini yaitu virus human papiloma virus sehingga penyakit kanker ini tidak semakin parah dan menjalar ke organ – organ tubuh yang lainnya.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk dijadikan cara mencegah kanker serviks yaitu sebagai berikut :

  1. Asupan Makanan Sehat

Tubuh yang kuat bisa didapat melalui dengan perbanyak asupan bergizi kaya antioksidan seperti buah-buahan dan sayuran. Hindari makanan penyebab kanker serviks

  1. Vaksinasi HPV Dan Deteksi Dini

Langkah preventif harus dilakukan untuk pencegahan menularnya virus HPV. Sedini mungkin melakukan vaksinasi HPV. Langkah lainnya, deteksi dini secara rutin melalui tes pap smear atau IVA setiap tahun untuk wanita masih aktif secara seksual.

Vaksinasi HPV diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HPV dan memberikan perlindungan terhadap kanker serviks dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus HPV. Di Indonesia, vaksin HPV dapat melindungi dari HPV tipe 6,11,16,dan 18. HPV tipe 16 dan 18 terbukti menjadi penyebab 70% kanker serviks di seluruh dunia.

Lokasi Vaksin HPV disini.

Vaksinasi ini biasanya dilakukan oleh para remaja hingga dewasa yaitu dengan usia 9 tahun sampai dengan usia 26 tahun. Hakikatnya adalah vaksinasi ini diberikan kepada seseorang yang belum aktif dalam segi seksualnya.

Namun, untuk orang – orang yang sudah dapat aktif dalam segi seksualitasnya dan belum pernah menerima vaksin ini sangat disarankan untuk segera dilakukan vaksin human papiloma virus ini agar dapat mencegah kanker serviks.

Saat akan melakukan pemberian vaksin HPV ini bagi orang yang sudah aktif dalam segi seksualitasnya tentu ada syaratnya yaitu harus melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu jika nanti hasilnya normal maka dapat dilakukan pemberian vaksin HPV.

Namun, jika dalam pemeriksaan vaksin mendapatkan hasil yang tidak normal maka tidak bisa diberikan vaksin HPV melainkan akan dilakukan pemeriksaan secara lanjut yang bertujuan untuk mendiagnosa dari hasil ketidak normalan itu sendiri.

Vaksin HPV ini diberikan untuk mengurangi adanya risiko terjadinya kanker serviks tetapi, vaksin HPV ini bukan berarti dapat melindungi sepenuhnya dari virus – virus yang akan menyebabkan penyakit kanker serviks itu sendiri.

  1. Pemeriksaan rutin pap smear

Apa itu Pap Smear ? Pap smear yaitu suatu pemeriksaan screening yang dapat mendeteksi sel - sel yang ada pada leher rahim apakah ada risiko terjadinya kanker serviks atau tidak dalam rahim anda dan pap smear ini yaitu suatu pemeriksaan yang berupaya untuk mencegah penyakit kanker serviks.

Pap smear ini bisa dilakukan pemeriksaan pada usia 21 tahun. Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan mulai usia 21 tahun, pada saat usia 21 tahun sampai 30 tahun dilakukan pemeriksaan pap smear tanpa dengan pemeriksaan human papiloma virus (HPV) selama 3 tahun sekali.

Tetapi, jika pap smear ini dilakukan pada usia 30 tahun ke atas maka disertai dengan pemeriksaan human papiloma virus atau HPV dan dilakukan selama 5 tahun sekali.

Saat anda ingin melakukan pemeriksaan pap smear ada baiknya anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda saat pertama kali anda akan melakukan papsmear tersebut dan sebaiknya nada juga selalu menjaga kebersihan pada daerah vagina anda.

  1. Menjaga kebersihan vagina

Bagi anda yang terkadang tidak menjaga kebersihan vagina dengan kebiasaan ketika buang air kecil tidak dibersihkan dengan cara yang benar dan saat terjadinya keputihan tidak dibersihkan dan diobati dengan baik. Hal ini dapat memicu terdapatnya human papiloma virus yang merupakan virus untuk dapat terjadinya penyakit kanker serviks.

Jika saat anda sedang menstruasi anda juga harus memperhatikan dan juga membersihkannya dengan bersih dan cara yang benar. Kemudian, tidak meninggalkan kotoran di vagina anda. Karena jika anda tidak membersihkannya dengan baik maka dapat terjadi timbulnya jamur - jamur pada vagina anda dan hal ini dapat terjadi munculnya human papiloma virus.

Sehingga, anda harus selalu memperhatikan kebersihan vagina anda dalam kondisi apapun baik saat menstruasi, keputihan ataupun yang lainnya yang dapat terjadi di dalam vagina anda sesuai dengan siklus masing - masing pada setiap orang.

Jika anda mengalami ada sesuatu yang salah pada siklus anda baik itu menstruasi yang berlebih ataupun keputihan yang berlebih sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter agar tidak terjadi hal – hal yang tidak di inginkan pada tubuh anda.

  1. Hindari merokok dan minuman beralkohol.

Dari sisi kesehatan, bahaya rokok sudah tak terbantahkan lagi. Lebih dari 70 ribu artikel ilmiah membuktikan bahayanya merokok. Dalam setiap kepulan asap rokok terkandung 4.000 racun kimia berbahaya, dan 43 diantaranya bersifat karsinogenik atau merangsang tumbuhnya kanker.

Sedangkan mengkonsumsi alcohol dalam jangka panjang dapat mengakibatkan berbagai penyakit seperti stroke, kerusakan jantung, kerusakan hati dan penyakit berbahaya lainnya.

  1. Prilaku Seks Sehat

Apakah cukup hanya melalui asupan makanan bergizi saja untuk mencegah menularnya penyakit kanker serviks? Ternyata tidak! Prilaku hidup yang sehat dapat mengurangi resiko terpaparnya virus HPV.  Prilaku berupa menjaga kehidupan seksual yang aman. Tidak berganti-ganti pasangan.

Hubungan seksual juga merupakan kebutuhan biologis bagi setiap manusia. Namun, kebutuhan biologis jangan sampai disalahgunakan untuk hubungan seksual yang bebas. Hubungan seksual ini hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri.

Hal ini karena saat anda melakukan hubungan seksual dengan cara bergonta ganti pasangan tanpa menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom yang hal ini sangat beresiko tertularnya human papiloma virus (HPV).

Namun, pada sekarang ini banyak anak muda yang melakukan hubungan seksual di luar status pernikahan dan sering sekali bergonta ganti pasangan yang mengakibatkan human papiloma virus ini aktif di dalam mulut rahim yang akan mengakibatkan terjadinya kanker serviks.

Dapatkan Notifikasi Artikel Terbaru!

Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada artikel terbaru!