Apakah Vaksin HPV Bagi Anak-Anak Terbukti Aman?

Menurut data Information Centre on HPV and Cervical Cancer, WHO, ada sekitar dua dari 10.000 wanita di Indonesia mengalami kanker serviks dan diperkirakan 26 wanita meninggal setiap harinya karena kanker ini. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting untuk dilakukan, salah satunya dengan pemberian vaksinasi HPV sejak usia dini. Lantas, apakah vaksin HPV aman untuk diberikan kepada anak-anak? Apakah ada risiko vaksinasi HPV pada anak-anak? Ini jawabannya.

Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang menghantui wanita Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan bahwa setiap hari, 26 orang wanita meninggal dunia karena kanker serviks. Salah satu penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human papillomavirus (HPV).

Itulah mengapa pemberantasan terhadap infeksi HPV menjadi kunci pencegahan kanker serviks. Salah satu cara memberantas infeksi HPV adalah dengan mendapatkan vaksin HPV sedini mungkin, yaitu sejak kanak-kanak.

Namun, apakah vaksin HPV aman untuk diberikan pada anak? Apakah ada efek sampingnya? Begini penjelasan lengkapnya.

Vaksin HPV justru sebaiknya diberikan sejak kanak-kanak

HPV atau human papillomavirus adalah virus menular, baik melalui kontak kulit maupun lewat hubungan seksual, hingga akhirnya menyebabkan kanker serviks. Bahkan menurut WHO, 91 persen kasus kematian kanker serviks berawal dari infeksi HPV yang tidak ditangani.

Selama ini ada anggapan bahwa vaksin HPV hanya perlu diberikan kepada perempuan dewasa yang sudah aktif secara seksual sehingga berisiko tertular HPV. Padahal, vaksin HPV justru lebih efektif jika diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) bahkan menyarankan vaksin HPV untuk diberikan mulai usia 9-13 tahun, dalam dua dosis. Lebih jauh, Kemenkes menganjurkan pemberian vaksin dosis pertama dilakukan ketika anak duduk di kelas 5 SD, kemudian dosis kedua yaitu pada saat anak naik kelas 6 SD.

Vaksin HPV sudah dinyatakan aman bagi anak-anak

Namun, apakah vaksinasi HPV pada anak-anak terbukti aman? Menurut penelitian dalam International Journal of Women’s Health, vaksin HPV sangat aman diberikan kepada anak-anak. Bahkan setelah hampir 10 tahun, tingkat keberhasilan vaksin ini dalam mencegah HPV mencapai 95 persen.

Hal ini juga didukung oleh Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat yang menyatakan bahwa vaksinasi HPV pada anak-anak sangat aman dilakukan karena sudah lulus uji klinis. Lalu, bagaimana dengan anggapan bahwa vaksin ini akan membuat anak mengalami gangguan menstruasi dan memengaruhi kesuburan? Anggapan tersebut tidak benar dan harus segera ditinggalkan.

Vaksin HPV tidak akan menyebabkan gangguan menstruasi atau masalah kesuburan. Jadi, jangan takut untuk memberikan vaksin HPV pada anak Anda. Risiko kena infeksi HPV dan kanker serviks masih jauh lebih besar daripada melakukan imunisasi penting ini.

Mengenal efek samping vaksin HPV pada anak

Efek samping vaksin HPV tergolong ringan dan cepat hilang. Beberapa efek yang mungkin dikeluhkan antara lain bengkak, nyeri dan kemerahan di sekitar titik suntikan, serta sakit kepala. Menurut Centers for Disease Control and Prevention ada baiknya anak duduk dan berbaring dulu selama 15 menit setelah mendapatkan imunisasi.

Selain itu, efek samping yang jarang muncul yaitu demam, mual dan rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki, hingga munculnya ruam merah yang gatal. Dilansir dari situs kesehatan WebMD, efek samping yang mungkin muncul setelah dilakukan vaksinasi hanya bersifat sementara. Anda tidak perlu mengkhawatirkannya.

Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk memberikan vaksin HPV pada anak.

Dapatkan Notifikasi Artikel Terbaru!

Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada artikel terbaru!