Dalam Kenangan, Sang Malaikat Pelindung

Di mataku, Kak Yuli bukan hanya sekedar seorang kakak. Dia adalah sahabat tempatku bercerita. Dia paling tahu bagaimana semangatin adik-adiknya, dan yang terpenting dia selalu jadi pelindung adik-adiknya. Aku ga pernah berasa sendirian karena aku tahu ada Kak Yuli yang lindungin aku.

Masih segar banget di ingatanku , saat Kak Yuli kecil yang tomboy nantangin anak-anak cowo yang godain aku untuk ke lapangan, dan dia rontokin rambut anak-anak itu supaya mereka kapok. Coba kalau ngga ada Kak Yuli, aku bisa ngelawan mereka gimana?

Ingatan itu sama segarnya ketika aku pertama kali dikabari olehnya lewat telepon kalau dia divonis kanker serviks. Aku masih mencatat semua memori tentang perjuangan kakak mulai dari memastikan dirinya benar-benar menderita kanker serviks sampai pergi ke puluhan dokter untuk mendapatkan opini berbeda-beda tentang penanganan penyakitnya.

Hanya 3,5 tahun waktu yang dibutuhkan oleh penyakit itu untuk menggerogoti tubuh cantik Kak Yuli. Waktu yang cukup singkat, namun terasa lama dan menguras banyak emosi hampir tanpa jeda.