Syifa Hadju: Peduli Kanker Serviks Sejak Belia

Remaja putri jarang ada yang peduli dengan informasi seputar kanker serviks. Tapi hal itu, nampaknya tak berlaku bagi aktris Syifa Hadju (17). Usianya masih belia, namun kesungguhannya dalam mengkampanyekan “Cegah Kanker Serviks” perlu diapresiasi.

Baru-baru ini, pemain film A: Aku, Benci, & Cinta, memutuskan untuk menjadi duta dari Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS).

Baca Juga : Virus HPV mengintai siapa saja dan bagaimana caranya?

Lokasi Vaksin klik di sini.

Tak hanya sekadar menyandang gelar itu, Syifa membuktikan kesungguhannya dengan gencar menyebarluaskan petisi yang ditunjukkan untuk pemerintah Indonesia

Menurut Syifa, generasi milenial seharusnya up to date terhadap segala hal, termasuk untuk kanker serviks yang mematikan. Itu sebabnya, sebagai bagian dari generasi milenial, Syifa memilih terjun sebagai duta kanker serviks.

“Kenapa kanker serviks? Karena setiap tahun sekitar 20.928 wanita di Indonesia terdiagnosis kanker serviks. Hampir dari setengahnya (45%) tidak dapat diselamatkan. Sebagai generasi muda Indonesia, kita tidak bisa diam,” kata Syifa dalam siaran pers, baru-baru ini.

Dengan menjadi Duta Kanker Serviks, Syifa yakin dapat berperan dalam menyebarkan pesan penting kepada generasi muda, tentang bagaimana melakukan pencegahan terhadap penyakit kanker serviks.

Baca Juga : Menjaga Pola Hidup Sehat, dapatkah Mencegah Kanker Serviks

“Kita harus bergerak! Kenapa? Karena setiap kali kita memilih untuk diam, ada 26 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya  karena kanker serviks dan terdapat  58 kasus baru setiap harinya,” ungkap aktris cantik ini.

Dia pun menjelaskan, ada tiga cara mudah yang dapat dilakukan remaja seusianya untuk mencegah kanker serviks di usia belia.

Langkah pertama adalah melakukan vaksinasi HPV segera untuk mencegah terjadinya infeksi Humanpapilloma Virus(HPV), penyebab utama kanker serviks di seluruh dunia. Vaksinasi HPV sangat aman dan akan membantu daya tahan tubuh kita sehingga memiliki kekebalan terhadap infeksi HPV ganas yang mengakibatkan kanker serviks.  Tentu saja masih perlu melakukan deteksi dini secara berkala sebagai bagian dari memiliki pola hidup yang sehat.

Baca Juga : Mengenal Gejala dan Pengobatan Kanker Serviks Stadium 1

Langkah kedua, lanjutnya, jangan sungkan untuk menyebarkan informasi dan memberitahu kepada teman dan keluarga tentang pentingnya pencegahan penyakit ini.

Langkah ketiga, yang kini sedang gencar dilakukan Syifa, adalah mengimbau generasi muda  untuk ikut menandatangani petisi “Lindungi Generasi Muda dari Kanker Serviks”. Dengan petisi ini, Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks mendorong dan menghimbau kepada pemerintah untuk segera memasukkan vaksin HPV ke dalam Program Imunisasi Nasional untuk melindungi putri bangsa mulai dengan siswi kelas 5 dan kelas 6 SD.

Syifa menjelaskan, hingga pertengahan April 2018, sudah 57.285 orang yang menandatangani petisi ini, dari 75.000 target pendukung. Petisi tersebut, dibuat agar akses terhadap vaksinasi HPV menjadi hak dari perempuan di seluruh Indonesia.

“Ayo bantu KICKS mendorong pemerintah menjadikan vaksinasi ini program nasional. Setiap satu suara dari kamu sangatlah berarti. Sebagai millenial, kita harus yakin dengan setiap suara kita! Ayo bantu aku sebarkan petisi ini dan jadilah bagian dari perubahan positif, agar perempuan Indonesia bebas kanker serviks!” kata Syifa.

Lokasi Vaksin klik di sini.

Sumber : [PR/Suara Pembaruan]

Dapatkan Notifikasi Artikel Terbaru!

Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada artikel terbaru!