Virus HPV mengintai siapa saja dan bagaimana caranya?

October 30, 2017 9:28 am by. KICKS

Infeksi HPV bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, mulai dari remaja hingga dewasa. Kanker serviks bukan penyakit turunan dan bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, bahkan remaja pun bisa terkena kasus ini.  Sekitar setengah dari penderita kanker serviks berada di usia 35  1

Mengapa virus ini rentan menyerang di usia remaja atau dewasa muda? Karena pada masa remaja sejalan dengan masa pertumbuhan mereka, struktur organ serviks lebih rentan terhadap infeksi HPV. Dengan rentannya struktur organ pada remaja, menikah di usia dini juga menjadikan salah satu penyebab penularan virus HPV, karena struktur lapisan terluar dinding serviks yang belum matang, kemudian ditambah dengan adanya hubungan seksual yang dilakukan terlalu dini yang memungkinkan serviks sebagai tempat masuknya virus.2

Menurut data GLOBOCAN, Indonesia berada di posisi tertinggi jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Pasifik untuk jumlah kematian dan kejadian kasus kanker serviks pada tahun 2012. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan data tahun 2018. .3,4

Human Papilloma Virus (HPV) diketahui merupakan penyebab utama kanker serviks. Terdapat kurang lebih 100 tipe HPV namun tipe HPV yang paling banyak mengakibatkan kanker serviks adalah jenis virus HPV tipe 16 dan 18. Selain kanker serviks,  infeksi HPV juga bisa mengakibatkan kanker anus (pada laki-laki dan perempuan), kanker penis, kanker vagina, kanker bibir kemaluan maupun kutil kelamin. Seseorang yang terinfeksi HPV umumnya tidak akan memiliki gejala. Ada beberapa kasus ketika penderita sudah bertahun-tahun terjangkit HPV tanpa menyadarinya dan menularkan kepada pasangannya.5

Penularan HPV sebagian besar melalui rute seksual, namun teryata virus HPV juga dapat ditularkan melalui kontak kulit ke kulit atau skin to skin contact. seperti manual-genital, oral-genital, genital-finger, finger konjungtiva mata. Bahkan rute penularan HPV bisa juga melalui rute ekstragenital, yakni melalui penggunaan alat kesehatan yang tidak steril seperti sarung tangan medis.6,7

Salah satu pencegahan kanker serviks adalah melalui deteksi secara dini dengan melakukan tes Pap. Tes Pap – atau dikenal juga sebagai Pap Smear – merupakan uji ginekologi, yang membantu mendeteksi sel abnormal pada lapisan serviks sebelum mereka memiliki kesempatan menjadi prakanker serviks dan selanjutnya berkembang menjadi kanker. 8

Menurut WHO, tindakan primer yang juga dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks adalah melalui vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV membuat tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV, sehingga virus yang masuk akan mati dan tidak sampai menimbulkan kanker serviks.8

Referensi:

  1. INASGO Data Registry (Data on File). Data Kanker Serviks Indonesia 2009-2016. http://inasgo.org
  2. Castle PE. J Low Genit Tract Dis. 2004;8:224–230.
  3. International Agency for Research on Cancer. Globocan 2012 database : Summary table by cancer. Available at : http://globocan.iarc.fr/ Accessed March 7, 2017
  4. WHO/ICO Information Centre on HPV and Cervical Cancer (HPV Information Centre). HPV and Related Cancers in Indonesia. Summary Report 2014-08-22. Available at www.Hpvcentre.net
  5. WHO.Human Papilloma Virus. Available at

http://www.who.int/biologicals/vaccines/human_papillomavirus_HPV/en Accessed on July 25th, 2017

  1. Sonnex X et al. Sexually Transmitted Infections 1999 Oct;75(5):317-9
  2. 1. F.Xavier Bosch et al. International Journal of Gynecology and Obstetrics (2006) 94 (Supplement 1), S8-S21
  3. WHO Position Paper 2017. WHO Position Paper 2017. Available at http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/255353/1/WER9219.pdf?ua

Accessed on July 25th, 2017


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kanker serviks dan pencegahannya, Anda bisa mengirimnya ke koalisicegahkankerserviks@gmail.com