Apa Itu Kanker Serviks ?

Orang bilang, keep your friend close, but keep your enemy closer. Untuk bisa melawan kanker serviks, kita perlu mengenali musuh yang satu ini dengan lebih baik.

Apa itu Kanker Serviks ? 

Kalau dilihat, organ rahim perempuan seperti buah pir yang terbalik. Di ujung bawah “buah pir” inilah terdapat serviks atau leher rahim, yang merupakan “gerbang” yang menghubungkan antara liang vagina dengan rahim. Nah, area serviks ini yang bila terinfeksi oleh HPV (Human Papilloma Virus), bisa berkembang menjadi kanker.

Ladies, kanker serviks menempati urutan keempat sebagai jenis kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan. Di tahun 2018, WHO memperkirakan sebanyak 570.000 kasus baru kanker serviks terjadi pada perempuan.1 Kabar buruknya, sebesar 90% kematian yang disebabkan oleh kanker serviks terjadi pada negara-negara berpendapatan rendah-sedang.

Empat hal terkait kanker serviks berikut ini perlu ladies ketahui. Apa saja, sih? Yuk, langsung saja kita simak, ladies.

  1. Penyebab utama kanker serviks adalah HPV.

Lebih dari 120 jenis HPV (Human Papilloma Virus) telah diidentifikasi. HPV 16 dan 18 adalah tipe yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab kanker serviks.2

  1. Kanker serviks seringkali tidak bergejala di awal terinfeksi.

Kanker serviks seringkali tidak teridentifikasi saat awal terinfeksi. Biasanya gejala akan muncul saat kanker telah memasuki fase stadium lanjut. Gejala-gejala tersebut diantaranya:1

  1. Periode menstruasi yang tidak teratur, perdarahan pada vagina yang tidak normal setelah berhubungan seksual
  2. Sakit pada punggung, kaki atau panggul
  3. Kelelahan, kehilangan berat badan, hilang nafsu makan
  4. Ketidaknyamanan vagina atau keluarnya kotoran yang berbau
  5. Bengkak pada salah satu kaki

 

  1. Kanker serviks bisa dicegah.

The US Food and Drug Administration (USFDA) telah menyetujui penggunaan tiga jenis vaksin HPV. Ketiga vaksin tersebut saat ini tersedia dan dipasarkan di banyak negara untuk pencegahan penyakit terkait HPV. Vaksin jenis pertama dilisensikan pada tahun 2006, jenis kedua pada tahun 2007 dan jenis ketiga pada tahun 2014. Bukti saat ini menunjukkan bahwa ketiga vaksin tersebut cukup efektif dan memberikan efikasi (kemanjuran) untuk pencegahan kanker serviks. Ketiganya pun sudah dinyatakan aman.3

  1. Lakukan skrining rutin bagi perempuan usia 21 tahun ke atas.

The US Preventive Service Task Force (USPSTF) merekomendasikan skrining kanker serviks pada perempuan berusia 21 hingga 65 tahun dengan pemerikasaan sitologi (pap smear) setiap tiga tahun sekali. Bagi perempuan usia 30 tahun ke atas yang ingin memperpanjang interval skrining dapat mengombinasikan pemeriksaan sitologi (pap smear) dan pemeriksaan HPV-DNA setiap lima tahun sekali.4

So, ladies skrining menjadi hal yang penting mengingat kanker serviks seringkali tidak menimbulkan rasa sakit ataupun gejala-gejala jelas lainnya di awal terinfeksi. Selain itu, pencegahan terhadap kanker serviks juga bisa dilakukan, lho. Jangan tunda untuk melakukan upaya pencegahan ya, ladies

Penyebab Kanker Serviks

Sekitar 99% kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV. Sesungguhnya, sebagian besar infeksi HPV bisa hilang sendiri dalam dua tahun, dieliminasi oleh sistem imun tubuh kita. 1.

Dari 10% infeksi yang persisten (tetap ada), hanya sebagian kecil yang akhirnya berkembang menjadi kanker. 2.

Sekadar informasi saja, sebelum menjadi kanker, sel-sel serviks yang terinfeksi HPV mulai berubah sifat. Inilah tahap pra kanker, atau disebut juga kanker stadium 0. Ada yang menyebutnya SIL (squamous intraepithelial lesion), CIN (cervical intraepithelial neoplasia), atau displasia. Bila tidak terdeteksi dan tidak diobati, lambat laun kondisi pra kanker bisa berkembang menjadi kanker3. Pada akhirnya, sel-sel kanker mulai tumbuh, berkembang, dan menyebar makin dalam ke serviks dan area sekitarnya. Butuh waktu 10 hingga belasan tahun sampai akhirnya kanker serviks muncul.

Jenis Virus HPV, Penyebab Kanker Serviks

Ada ratusan tipe HPV, tapi tidak semuanya menyebabkan kanker. ‘Hanya’ 19% yang bisa menyebabkan kanker; ini disebut tipe onkogenik atau high risk. Lebih dari 70% kanker serviks disebabkan oleh dua tipe HPV yakni tipe 16 dan 18. Ahli kandungan dan kebidanan, subspesialis onkologi, Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K) mengungkapkan, 44% kanker serviks di Indonesia disebabkan oleh tipe 16, dan 39% oleh tipe 18.

Tipe non onkogenik atau low risk pun bukannya tidak berbahaya. Meski tidak menyebabkan kanker, tapi beberapa di antaranya bisa menyebabkan kutil kelamin. Yang paling sering menyebabkan kondisi ini adalah tipe 6 dan 11.

Bila ditemukan dalam stadium dini (1), tingkat kesembuhan kanker serviks sangat baik. Bahkan mencapai 100% seandainya ditemukan di tahap pra kanker. Namun sayangnya, sebagian besar baru berobat manakala kanker sudah masuk stadium 3, bahkan 4. Makin tinggi stadium, makin kecil pula kemungkinan sembuhnya.

Pencegahan Kanker Serviks Dengan Deteksi Dini

Karenanya, upaya deteksi dini amatlah penting, agar kanker serviks bisa ditemukan sedini mungkin. Bisa dengan Pap smear, IVA (inspeksi visual asam asetat), atau tes HPV DNA.

Yang lebih penting lagi, melindungi diri dengan vaksinasi. Terdapat 2 macam vaksin HPV, yaitu vaksin HPV bivalent yang melindungi terhadap 2 tipe HPV onkogenik (16 dan 18) dan vaksin HPV quadrivalent yang terdiri dari empat tipe HPV melindungi dari dua tipe onkogenik (16 dan 18), dan dua tipe non onkogenik (6 dan 11).

Referensi:

  1. Simon R. Best, et al. Biology of HPV Infection and Immune Therapy for HPV-related Head and Neck Cancers. Otolaryngologic Clinics of North America. 2012 Aug; 45(4): 807–822. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3398423/. Accessed in: July 9, 2018.
  2. Presentasi dr. Andi Darma Putra, Sp.OG(K) dalam diskusi ilmiah di Jakarta bersama Prof. Kenneth. (terlampir)
  3. Canadian Cancer Society. Cervical Cancer. Available at: http://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-type/cervical/cervical-cancer/precancerous-conditions/?region=on. Accessed in July 9, 2018.
  4. Cervical Cancer. http://www.who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
  5. WHO Position Paper 2017.
  6. Summary of the WHO Position Paper on Vaccines against Human Papillomavirus (HPV), May 2017.
  7. The US Preventive Service Task Force. Summary of Recommendations and Evidence. December 2013

 

Dapatkan Notifikasi Artikel Terbaru!

Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada artikel terbaru!