Penanganan Kanker Serviks Bisa Menurunkan Kesempatan Hamil. Temukan Solusinya Di Sini

Penanganan Kanker Serviks Bisa Menurunkan Kesempatan Hamil.  Temukan Solusinya Di Sini

Penanganan kanker serviks memang dapat mengurangi peluang wanita untuk mendapatkan keturunan. Ini mengapa Pap smear penting untuk deteksi dini sel prakanker.

Ladies, virus HPV penyebab kanker serviks sendiri sebenarnya tidak akan berpengaruh besar terhadap fertilitas wanita. Namun penanganan kanker serviks stadium menengah memang dapat mengurangi kesempatan wanita mendapatkan keturunan.

  1. Penanganan Kanker Serviks dan Peluang Hamil

Jika dideteksi pada tahap awal atau masih berupa sel prakanker, dokter mungkin dapat meminimalkan pengambilan sel serviks agar tidak mempengaruhi fertilitas. Namun jika kanker baru terdeteksi pada tahap menengah, pasien memang perlu menjalani prosedur yang membuat dapat mengganggu fertilitas.

  1. Radiasi dan kemoterapi

Terapi radiasi dan kemoterapi untuk menangani kanker serviks mau tidak mau memang dapat mempengaruhi fertilitas. Radiasi dan kemoterapi dapat merusak sebagian atau semua sel telur, dan dapat menyebabkan menopause dini.

  1. Histerektomi

Histerektomi atau pengangkatan rahim untuk menangani kanker juga membuat    seseorang tidak dapat hamil lagi.

Pasien sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika harus menjalani penanganan kanker serviks sekaligus tetap ingin tetap dapat memiliki keturunan. Cara yang mungkin dapat ditempuh dokter agar pasien tetap dapat hamil di kemudian hari antara lain adalah:

  1. Trakelektomi

Dokter mungkin dapat menerapkan trakelektomi, yaitu pengangkatan serviks tapi membiarkan uterus tetap ada sehingga pasien tetap dapat berpeluang memiliki keturunan dengan bantuan teknologi.

  1. Menyelamatkan ovarium

Saat histerektomi, dokter mungkin dapat menyelamatkan salah satu atau kedua ovarium sehingga pasien tetap dapat hamil.

Di samping penanganan kanker, penanganan sel prakanker seperti biopsi juga dapat melemahkan leher rahim dan mengurangi peluang untuk hamil. Prosedur ini dapat membuat leher rahim melebar terlalu dini. Solusinya, dokter mungkin dapat melakukan jahitan atau cerclage untuk menguatkan leher rahim.

Setelah kanker serviks tertangani, dengan panduan dokter, bukan tidak mungkin seseorang dapat kembali mendapatkan keturunan.

  1. Pentingnya Deteksi Dini

Tahukah Ladies bahwa salah satu cara paling efektif untuk melindungi fertilitas adalah dengan Pap smear? Pap smear membantu mendeteksi kanker serviks di tahap awal sehingga dapat cepat ditangani dan lebih mempengaruhi fertilitas.

Selain Pap smear teratur, penting sekali bagi Ladies untuk mendapatkan vaksin HPV. Vaksin yang sebaiknya didapatkan sejak usia remaja ini terbukti dapat melindungi dari sebagian besar infeksi HPV, termasuk kanker serviks.

Dengan Pap smear dan vaksin HPV, Ladies dapat menghindari risiko dari penanganan kanker serviks sehingga tetap dapat mendapatkan keturunan.

REFERENSI

  • Cancer Research UK (2017). Cervical cancer. Living with cervical cancer. Fertility and cervical cancer
  • Gelman, L. Parents. Health 101: HPV, Fertility & Cervical Cancer.
  • McCoy, K. Everydayhealth (2009). Cancer. Cervical Cancer. Having Children After Cervical Cancer

Dapatkan Notifikasi Artikel Terbaru!

Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada artikel terbaru!