Pilih Pap Smear atau Tes IVA, Lebih Baik Yang Mana ?

Umumnya ada dua jenis pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks: pap smear dan IVA. Pilih yang mana ya?

Pilihan menggunakan pap smear atau tes IVA terutama ditentukan di mana Ladies memeriksakan diri dan sarana yang tersedia. Jika Ladies memeriksakan diri di puskesmas yang sarananya terbatas, kemungkinan besar akan dilayani dengan tes IVA. Sementara untuk menjalani pap smear biasanya Ladies perlu mendatangi rumah sakit atau klinik dengan petugas medis dan sarana lebih memadai.

Pap Smear Lebih Mahal tapi Lebih Spesifik

Pap smear umumnya lebih mahal daripada tes IVA karena membutuhkan dokter patologi dan laboratorium yang efektif. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim Anda untuk diperiksa di laboratorium. Jika pada pap smear ditemukan hasil abnormal, maka Anda dapat disarankan untuk menjalani pemeriksaan kolposkopi.

Tes IVA Umumnya Lebih Mudah dan Murah, Tapi Kurang Spesifik

Tes IVA dikenal lebih murah daripada pap smear. Tes ini dilakukan dengan mengaplikasikan asam asetat pada jaringan leher rahim. Jika terjadi perubahan warna, berarti ada sel-sel abnormal pada leher rahim yang perlu ditangani lebih lanjut meski belum tentu bersifat kanker.

Jika ditemukan hasil positif, maka dokter dapat melakukan pengobatan sederhana dengan krioterapi. Krioterapi ini dilakukan dengan membunuh sel-sel abnormal prakanker atau tumor kecil dengan cairan nitrogen atau gas argon bersuhu dingin. Sel-sel ini kemudian akan rusak sebelum berubah menjadi sel kanker.

Saat memeriksakan diri dengan IVA, Ladies bisa langsung mendapat diagnosa dan penanganan. Sementara pap smear membutuhkan waktu untuk menunggu hasil, juga penanganan yang mungkin diperlukan.

Namun hasil pemeriksaan pap smear dapat disebut lebih spesifik daripada IVA. Hasil yang kurang spesifik ini mungkin dapat mengakibatkan penanganan yang berlebihan.

Jadi, pada akhirnya, keduanya sama-sama dapat digunakan untuk mendeteksi kanker serviks lebih dini. Pilihan Anda dapat bergantung lokasi Anda melakukan tes dan dana yang ada.

Selanjutnya, orang yang hasil tes IVA-nya positif perlu pemeriksaan ulang 1 tahun kemudian. Namun jika hasil tes IVA negatif, Anda dapat melakukan pemeriksaan ulang setelah 3 tahun. Sementara jika menjalani pap smear, Ladies disarankan untuk memeriksakan diri setidaknya 3 tahun sekali untuk Anda yang berusia 25-49 tahun.

 

SUMBER:

  • Boskey, E. Verywellhealth (2018). What is Visual Inspection with Acetic Acid (VIA)?
  • Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks, Kementerian Kesehatan, Komite Penanggulangan Kanker Nasional.
  • Bhattacharyya, A.K., et al. (2015). Comparative study between pap smear and visual inspection with acetic acid (via) in screening of CIN and early cervical cancer. J Midlife Health. 6(2). 53–58.

Dapatkan Notifikasi Artikel Terbaru!

Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada artikel terbaru!