Menjaga Pola Hidup Sehat, dapatkah Mencegah Kanker Serviks

August 13, 2017 1:29 pm by. KICKS

Kanker serviks adalah salah satu momok terbesar bagi kaum perempuan di Indonesia.  Setiap jam, lebih dari 1 perempuan di Indonesia meninggal karena kanker ganas ini.  Namun, telah diketahui bahwa penyebab utama kanker serviks adalah perubahan sel normal serviks yang diakibatkan oleh infeksi sebuah virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV).

Di masyarakat luas, ada sejumlah upaya yang dipercaya banyak orang untuk mencegah penyakit kanker serviks, diantaranya3:

  • Memperbanyak asupan makanan bergizi yang kaya antioksidan (buah-buahan & sayuran);
  • Menghindari merokok dan minum beralkohol;
  • Menjaga kehidupan seksual yang aman;
  • Pastikan berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan ideal.

Namun, apakah dengan menjalankan pola hidup yang sehat sudah cukup untuk mencegah penyakit kanker yang disebabkan virus HPV tersebut?

Faktanya, infeksi HPV memang dapat dicegah agar tidak terjadinya kanker serviks. Memiliki pola hidup yang sehat dapat mengurangi resiko terpaparnya virus HPV tapi tidak dapat secara efektif membentuk antibodi (sistem kekebalan) yang cukup dalam tubuh untuk melawan infeksi virus HPV.  Maka pelengkap untuk pola hidup yang sehat adalah vaksinasi untuk mencegah berbagai macam penyakit, termasuk kanker serviks dengan vaksinasi HPV.

Menurut rekomendasi WHO, pencegahan utama adalah dengan melakukan vaksinasi HPV.  Pencegahan kedua adalah dengan melakukan deteksi dini secara rutin baik menggunakan tes pap smear atau IVA.2  Vaksinasi HPV diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HPV dan memberikan perlindungan terhadap kanker serviks dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus HPV.

  • Di Indonesia, vaksin HPV dapat melindungi dari HPV tipe 6,11,16,dan 18. HPV tipe 16 dan 18 telah terbukti menjadi penyebab 70% kanker serviks di seluruh dunia. Mulai dari usia 9 tahun hingga 55 tahun, anak perempuan dan laki-laki mau pun orang dewasa dapat melakukan vaksinasi HPV.

Selain pemberian vaksinasi, melakukan deteksi dini dengan tes Pap juga dianjurkan untuk dilakukan setiap tahun untuk perempuan yang masih aktif secara seksual. Tes pap – atau dikenal juga Pap Smear – merupakan uji ginekologi, membantu mendeteksi sel abnormal pada lapisan serviks sebelum menjadi prakanker dan selanjutnya berkembang menjadi kanker.

Tak terbantahkan, pola hidup sehat memang diperlukan untuk menangkal paparan virus HPV.  Namun, melakukan pencegahan primer dan sekunder sebagai benteng utama adalah bagian dari memiliki pola hidup yang sehat. Melakukan Vaksinasi HPV dan deteksi dini dengan Tes Pap merupakan fondasi untuk melawan kanker serviks secara efektif. Dengan upaya pencegahan yang tepat, kanker serviks seharusnya tidak lagi menjadi ancaman.

Referensi:

  1. GLOBOCAN 2012. Indonesia Data
  2. WHO/ICO Information Centre on HPV and Cervical Cancer (HPV Information Centre). HPV and Related Cancers in Indonesia. Summary Report 2014-08-22. Available at Hpvcentre.net
  3. Can I Prevent Cervical Cancer? Available at http://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/understanding-cervical-cancer-prevention. Accessed on July 27th, 2017
  4. WHO Position Paper on HPV Immunization 2014. No. 43, 2014, 89, 465–492. Available at http://www.who.int/wer


Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kanker serviks dan pencegahannya, Anda bisa mengirimnya ke koalisicegahkankerserviks@gmail.com