Hati-hati Ya, Gejala Kanker Serviks Baru Akan Terasa Jika Sudah Parah

Ladies, waspada, kanker serviks sering disebut sebagai silent killer karena awalnya tidak ditandai gejala apapun. Biasanya orang baru memeriksakan diri jika gejala sudah terasa. Sayangnya, itu berarti kanker sudah mencapai stadium lanjut.

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim, yaitu bagian yang menghubungkan rahim ke vagina. Menurut data Globocan tahun 2012,  kanker serviks adalah kanker dengan jumlah pasien wanita terbanyak kedua di Indonesia lho.

Beberapa jenis human papillomavirus (HPV) penyebab kanker serviks dapat bertahan dalam tubuh hingga hitungan tahun dan mengubah sel-sel leher rahim menjadi sel kanker. Ini mengapa perempuan mungkin tidak merasakan apapun meski mungkin sudah bertahun-tahun terinfeksi.

Gejala Paling Umum: Pendarahan

Jika sudah muncul gejala, perdarahan yang tidak normal adalah tanda awal yang paling umum dari kanker serviks. Perdarahan ini biasanya terjadi di luar masa menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau setelah menopause.

Selain itu, gejala lain yang mungkin terasa adalah:

  • Keluarnya cairan vagina dengan warna tidak normal dan bau tidak sedap atau keputihan.
  • Kemaluan terasa sakit saat berhubungan seksual.
  • Volume darah haid menjadi lebih banyak dan lebih lama dari biasanya.

Gejala-gejala ini akan terasa lebih parah jika kanker sudah menyebar ke jaringan tubuh sekitarnya. Perempuan yang sudah tiba pada tahap ini biasanya akan merasakan:

  • Kesulitan dan rasa sakit saat buang air kecil.
  • Munculnya darah pada urine.
  • Terjadi pembengkakan pada kaki.
  • Kelelahan dan sering merasa sakit.
  • Konstipasi atau terasa sakit saat buang air besar atau timbul darah pada tinja.
  • Hilang napsu makan dan berat badan turun.
  • Mual dan muntah.
  • Perut membengkak.
  • Rasa sakit yang amat parah pada punggung atau sisi kanan/kiri tubuh akibat gangguan ginjal.
  • Tidak dapat mengontrol buang air kecil dan buang air besar.
  • Perdarahan parah dari vagina.

Nah, Ladies, meski tidak selalu mengarah pada kanker, lebih baik segera periksakan diri ya jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas. Jika tidak segera ditangani, kanker serviks dapat membahayakan nyawa.

Mengurangi Risiko: Pap Smear dan Vaksin

Untuk mendeteksi kemungkinan kanker, Anda bisa mendaftarkan diri ke laboratorium kesehatan atau rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan pap smear secara teratur. Frekuensi pemeriksaan yang disarankan biasanya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan usia Anda.

Selain pap smear, Anda bisa mendapatkan vaksin HPV yang terbukti efektif menurunkan risiko kanker serviks. Vaksin ini paling efektif diberikan pada remaja yang belum aktif secara seksual, tapi sudah dapat diberikan pada perempuan (dan juga laki-laki) sejak usia 9 tahun. (Baca: Harga Vaksin Kanker Serviks Persiapan Investasi Jangka Panjang)

Ladies tidak perlu terlalu khawatir karena meskipun berbahaya, kanker serviks adalah satu-satunya jenis kanker yang dapat dicegah dengan Vaksinasi HPV. Jadi jangan tunda untuk segera melakukan vaksinasi di klinik atau rumah sakit terdekat. 

SUMBER:

  1. Healthline (2016). How Do You Know If You Have Cervical Cancer?Available at: https://www.healthline.com/health/cervical-cancer-symptoms.
  2. webMD (2017). Understanding Cervical Cancer. Available at https://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/understanding-cervical-cancer-symptoms
  3. Mayoclinic. Patient Care & Health Information. Diseases & Conditions. Cervical cancer. Available at https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501
  4. NHS (2018). Symptoms. Cervical cancer. Available at https://www.nhs.uk/conditions/cervical-cancer/symptoms/
  5. WebMD (2017). HPV Vaccine for Adults. Available at https://www.webmd.com/vaccines/adult-hpv-vaccine-guidelines#1
  6. WHO. Globocan 2012: Estimated cancer incidence, mortality, and prevalence worldwide, Indonesia

Dapatkan Notifikasi Artikel Terbaru!

Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada artikel terbaru!