Vaksin, Investasi Jangka Panjang

Patut disyukuri, biaya pengobatan kanker kini ditanggung oleh BPJS. Namun daftar tunggunya bisa berbulan-bulan bahkan satu tahun.  Kalau tidak mau mengantre, maka harus dengan biaya pribadi, dan jumlahnya fantastis. Untuk diagnosis saja, biayanya sudah Rp. 10 jutaan. Biaya operasi sekitar Rp. 25-29 juta. Lanjut radiasi dan kemoterapi, biayanya Rp. 2-6 juta per sesi; rerata 6x kemoterapi dan puluhan kali radioterapi. Maka bila ditotal, biaya pengobatan kanker bisa mencapai Rp. 100 juta/bulan!

Untuk kanker serviks, risiko untuk pengeluaran tersebut bisa dihindari hanya dengan beberapa juta Rupiah saja. Kanker serviks utamanya disebabkan oleh infeksi HPV tipe 16 dan 18, yang sudah ada vaksinnya.

Sebagai ilustrasi, biaya vaksin HPV sekali suntik sekitar Rp 700.000. Pada usia 9-13 tahun cukup 2x, dan 14 tahun ke atas 3x. Maka total hanya 1,4 juta dan 2,1 juta. Untuk Pap smear sekitar Rp 400.000/tahun, tapi IVA bisa dilakukan gratis di Puskesmas. Adapun pemeriksaan DNA HPV (sepaket bersama Liquid-Base Cytology) berkisar 700.000, dan cukup dilakukan 5 tahun sekali bila hasilnya negatif. Bila ditotal, tetap jauh lebih murah ketimbang biaya pengobatan. Belum lagi mencegah rasa sakit dan dampak psikososial akibat kanker. Suatu investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan.

Berbagai penelitian menunjukkan, vaksin HPV merangsang tingkat antibodi yang tinggi, sehingga perlindungan yang diberikannya maksimal. Hebatnya lagi, perlindungan ini berlangsung lama. Berdasarkan pemantauan, antibodi yang dirangsang vaksin tetap tinggi hingga 12 tahun, yakni sejak vaksin pertama ditemukan hingga sekarang.

Kanker serviks membutuhkan waktu hingga 15-20 tahun untuk berkembang. Manfaat vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks mungkin belum terlalu kentara, mengingat usia vaksin ‘baru’ 12 tahun. Namun jelas terlihat bahwa vaksin HPV mampu menurunkan angka infeksi HPV, kondiloma (kutil kelamin), hingga pra kanker serviks. Di Australia misalnya, angka kondiloma turun 80% setelah lima tahun program vaksinasi HPV. “Efikasi vaksin mencegah kutil kelamin menandakan pencegahan terhadap keganasan akibat HPV,” ujar Prof Kenneth Alexander, MD, Ph.D dari Nemours Children’s Hospital, Orlando, Amerika Serikat (AS).

Cukup dua atau tiga kali suntik, kita bisa terlindung dari kanker serviks seumur hidup. Memang, masih ada sedikit risiko karena kanker serviks juga bisa disebabkan oleh tipe HPV selain 16 dan 18 yang ada di vaksin. Sudah ada vaksin yang berisi 9 tipe HPV, semoga bisa segera masuk Indonesia. Untuk saat ini, minimal kita melindungi dengan vaksin kuadrivalen, yang melindungi dari tipe 16 dan 18 serta tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kondiloma.

“Manfaat vaksin HPV berevolusi seiring waktu. Ini adalah sukses jangka panjang,” tandas Prof. Kenneth.

Dapatkan Notifikasi Artikel Terbaru!

Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada artikel terbaru!