Kapan Saat  yang Tepat untuk Vaksin HPV Pencegah Kanker Serviks?

Ladies, vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks bukan hanya untuk yang sudah menikah saja lho. Vaksin ini justru paling efektif melindungi dari kanker serviks jika diberikan saat remaja.

Belum banyak yang tahu bahwa sekitar 90% infeksi HPV sebenarnya dapat hilang dengan sendirinya kurang lebih dalam waktu 2 tahun. Tetapi dalam beberapa kasus, infeksi ini dapat bertahan lebih lama dan menyebabkan beberapa jenis kanker seperti kanker serviks, kanker vagina, kanker vulva, kanker anus dan bagian belakang tenggorokan, serta kanker penis.

Kabar baiknya, vaksin HPV dapat mencegah hampir semua kanker di atas yang disebabkan infeksi HPV. Vaksin HPV Kuadrivalent melindungi perempuan dari 4 jenis utama HPV, termasuk sekitar 70% jenis virus penyebab kanker serviks dan 90% penyebab kutil kelamin. Tetapi untuk memberikan perlindungan maksimal, vaksin ini harus diberikan di usia yang tepat. (Baca: Perbedaan Kutil Kelamin dengan Kanker Serviks?)

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Vaksin HPV?

Banyak yang mengira vaksin HPV hanya untuk perempuan yang sudah menikah. Padahal idealnya vaksin ini diberikan sebelum perempuan aktif secara seksual dan terkena virus HPV lho. Kementerian Kesehatan memberikan vaksin ini pada anak perempuan usia 9-13 tahun. Dosis pertama diberikan di kelas 5, dan dosis kedua di kelas 6 SD.

Namun jangan khawatir, meski tidak seefektif yang belum aktif, vaksin ini tetap bermanfaat kok untuk Anda yang sudah menikah atau aktif secara seksual. Pada orang dewasa, vaksin HPV Kuadrivalent direkomendasikan pada wanita usia sampai usia 45 tahun. Pria juga disarankan mendapatkan vaksin sampai usia 26 tahun.

Sementara pada perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual dan/atau sudah menikah, pencegahan sekunder adalah dengan memeriksakan diri secara teratur dengan Pap smear. Jika dideteksi dini, kanker serviks dapat ditangani dan disembuhkan. Dengan pemeriksaan ini, sel-sel prakanker dapat terdeteksi lebih dini sebelum berkembang menjadi kanker sehingga angka kesembuhan sangat tinggi (bahkan mencapai 100%).

Apakah Anda harus menjalani Pap smear sebelum mendapat vaksin HPV? Sebaiknya iya jika sudah menikah atau sudah aktif secara seksual, walaupun ini bukan syarat mutlak sebelum mendapat vaksin HPV. Ladies tetap perlu menjalani Pap smear secara teratur meskipun sudah mendapatkan vaksin HPV. Walaupun melindungi terhadap sebagian besar virus, tetapi vaksin ini tidak memberikan perlindungan terhadap semua jenis virus kanker serviks. Sementara Anda yang sudah menerima vaksin HPV dosis lengkap sudah tidak memerlukan vaksin tambahan ataupun pengulangan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perempuan yang hasil tes Pap-nya menunjukkan terinfeksi HPV masih bisa  mendapat vaksin HPV. Tetapi vaksin ini memang tidak dapat menyembuhkan infeksi yang sedang dialami.

Kesimpulannya, segera ke laboratorium atau rumah sakit untuk mendapatkan Pap smear secara teratur, dan juga dapatkan vaksin HPV sebelum terlambat ya, Ladies.

SUMBER:

  • Centers for Disease Control and Prevention - CDC (2018). HPV Vaccines: Vaccinating Your Preteen or Teen.
  • Centers for Disease Control and Prevention - CDC (2017).HPV Vaccine Information For Young Women.
  • Webmd. Children's Vaccines - Human Papillomavirus (HPV) Vaccine: What You Need to Know.
  • National Cancer Institute. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines.

Dapatkan Notifikasi Artikel Terbaru!

Masukkan email kamu untuk mendapatkan pemberitahuan ketika ada artikel terbaru!